sastra dari makassar

March 30, 2008

Kampanye “Tawuran” Penulis Makassar

Filed under: Berita — @ 10:34 pm

Oleh Anwar Jimpe Rachman dan M. Mubarak AM

Sebuah inisiatif bernama Sastra dari Makassar diusung oleh Panyingkul!, Kafe Baca Biblioholic, Penerbit Nala Cipta Litera, dan Forum Tendakata. Kampanye pertamanya berwujud peluncuran dua buku sastra Makkunrai dan 10 Kisah Perempuan Lainnya karya Lily Yulianti Farid dan Aku Hendak Pindah Rumah kumpulan puisi M Aan Mansyur. Berikut catatan citizen reporter Anwar J Rachman dan M Mubarak AM.(p!)

Seperti yang diperkirakan, tak akan ramai diskusi dua buku itu di Universitas Hasanuddin. Acara gagasan para punggawa media kampus Identitas itu awalnya hanya dihadiri oleh para awak media berkala itu sendiri. Jumlah peserta baru bertambah setelah beberapa orang yang kebetulan melintas dan melihat gawean ini ikut gabung. Maka berdialoglah Lily Yulianti, M Aan Mansyur, dan Nurhady Sirimorok bermodal selembar karpet, corong tanpa kabel (yang low-bat), dan penganan kecil.

Dalam obrolan santai yang digelar depan koridor eks Kopma Unhas ini mengemuka kalau perkembangan ini sangat bisa dimaklumi. Betapa pembaca dan penikmat buku di Makassar masih terpukau pada buku penulis Jakarta dan Jawa. [Lebih rinci tentang ini bisa disimak di http://www.panyingkul.com/view.php?id=649] “Ini sudah lebih dari yang diperkirakan,” tanggap Aan.

(more…)

Tour de Java

Filed under: Jadwal — @ 10:01 pm

Melalui kerjasama dengan berbagai komunitas kesenian dan sastra di berbagai kota di Jawa, panyair M. Aan Mansyur mengunjungi dan membuka jaringan kerja sastra melalui peluncuran, pembacaan dan diskusi kedua buku sastra dari Makassar: “Makkunrai” karya Lily Yulianti Farid dan “Aku Hendak Pindah Rumah” karya M. Aan Mansyur.

Jadwal perjalanan dua buku itu ke 10 kota di Jawa setelah sebelumnya didiskusikan di Makassar dan Jakarta, sebagai berikut:

01. Serang-Banten, Rumah Dunia, tanggal 29 Maret.
02. Bandung, TB-Ultimus, 31 Maret.
03. Yogyakarta, mp bookpoint, 1 April.
04. Solo, Pawon-Pinilih, wisma seni tbs, 2 April.
05. Semarang, Rumah seni yaitu, 3 April.
06. Malang, prog. bhs indonesia Unibraw, 5 April.
07. Bojonegoro, komunitas Dusun Gunungsari, 6 April.
08. Mojokerto-Pacet, rumah pak kusen, 7 April.
09. Gresik, 8 April. *)
10. Surabaya, 9 April. *)

Di Semarang, Malang, Bojonegoro, Mojokerto, Gresik dan Surabaya M. Aan Mansyur ditemani oleh panyair Faisal Kamandobat (dari Cilacap-Yogyakarta) yang juga berkeliling untuk meluncurkan, membaca dan diskusi bukunya yang berjudul “Alangkah Tololnya Patung Itu”. Mereka adalah dua di antara panyair yang puisinya masuk pilihan “pena kencana”, 100 Puisi Indonesia terbaik 2008. Walaupun Faisal Kamandobat mengundurkan diri dari program “pena kencana” itu.

Sastra dari Makassar, Sebuah Inisiatif Independen

Filed under: opini — @ 9:52 pm

Oleh: Farid M Ibrahim, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina Jakarta

“Saya ingin menulis puisi pendek dan kaligrafi kanji di luar angkasa. Saya ingin merasakan sensasi tinta yang beku, tak menetes dari kuas, karena tidak adanya gaya gravitasi. Seperti itulah saya ingin menghabiskan waktu senggang saya di stasiun luar angkasa internasional. Saya membayangkan haiku apa yang hendak saya tulis.”

Demikianlah astronot Jepang, Takao Doi membayangkan hari-harinya selama mengikuti misi pesawat ulang-alik Endeavor NASA, yang diluncurkan dari Kennedy Space Center, pada tanggal 11 Maret lalu. Bersama enam astronot lainnya, ia akan tinggal di luar angkasa selama 156 hari untuk melakukan berbagai eksperimen, khususnya memasang modul ekperimen pertama Jepang bernama Kibo (yang artinya Harapan). Doi tentu saja bukan penyair. Tapi bila kemudian kegiatan literer seperti keinginan menulis puisi pendek Jepang, haiku, di luar angkasa mewarnai salah satu wawancara Doi pada saat persiapan misi Endeavor, ini hal yang sangat bisa dimaklumi. Kegiatan literer memiliki jejak yang panjang dalam sejarah Jepang, bahkan sejak 3000-an tahun silam ketika orang-orang terbaik di masa Heian, diutus mempelajari aksara dan pencapaian-pencapaian kebudayaan China.

(more…)

Sastra dari Makassar dalam Himpitan Mal dan Pilkada

Filed under: opini — @ 9:47 pm

Oleh: Nurhady Sirimorok (Alumni Institute of Social Studies, Den Haag)

MAKASSAR adalah kota yang dikuasai dua kekuatan paling berbahaya terhadap kerja-kerja kultural kreatif.Di satu sisi ada feodalisme yang cenderung membekukan gerak mobilitas sosial dan intelektual, sementara di sisi lain bercokol orientasi material-konsumtif. Kota ini dikenal sebagai kota Ruko—rumah toko—dan sedang dirubung mal yang bertumbuh nyaris tiap tahun.

Pun, kota ini berlumur spanduk dan stiker pilkada—bahkan hingga ke jendela rumah warga tanpa seizin tuan rumah! Warung-warung kopi hingga kampus tak ayal dikepung bincang-bincang di sekitar siapa yang akan duduk di tahta gubernur atau walikota.

Semua fenomena ini sebenarnya adalah bahan menarik untuk karya sastra, tapi sastra tanpa tradisi penelitian adalah sastra hambar yang membosankan. Sastra yang terlalu asing, karena bentuk dan isinya masih terlalu mengekor Jawa dan terlepas dari fenomena sekitar.

Memang, generasi sekarang sudah dimanjakan oleh banyaknya terjemahan karya dunia yang begitu ramai setidaknya sejak sedasawarsa terakhir.

(more…)

March 22, 2008

Diskusi di TIM Jakarta

Filed under: Kegiatan — @ 6:55 am

Kegiatan Sastra di tanah air semakin digairahkan oleh kehadiran inisiatif Sastra Dari Makassar. Dengan target memberi sumbangan berarti bagi Kota Makassar sebagai tempat yang berbudaya, inisiatif ini menyadari bahwa proses kreatif dalam penulisan sastra memang tidak bisa dibingkai oleh batasan-batasan di luar sastra. Yang disentuh oleh inisiatif ini adalah pengorganisasian kerja kreatif tersebut, bukan karya kreatifnya sendiri.

Sebagai langkah awal, Sastra Dari Makassar menggelar diskusi dan peluncuran dua buku sastra: Kumpulan Puisi Aku Hendak Pindah Rumah karya M. Aan Mansyur dan Kumpulan Cerita Pendek Makkunrai dan 10 Kisah Perempuan Lainnya karya Lily Yulianti Farid. Pembacaan puisi dan cerita pendek yang dirangkai dengan diskusi dan workshop digelar di sejumlah kantor media cetak, stasiun radio, kantung-kantung seni, kampus perguruan tinggi dan Sekolah Menengah Atas pada bulan Maret dan April 2008 di beberapa kota di Indonesia.

(more…)

Newer Posts »

Powered by WordPress